Sabtu, 08 Maret 2014

Kliping IPS Bentuk Bentuk Hubungan Sosial

Proses Assosiatif
Proses Assosiatif adalah bentuk interaksi social yang dapat meningkatkan hubungan solidaritas antarindividu.Proses assosiatif dapat terbentuk menjadi 3 yaitu: Akomodasi,Kerjasama,Asimilasi,dan  Kulturasi.

A.Akomodasi
Akomodasi adalah suatu proses dimana orang perorang atau kelompok manusia yang mula mula saling bertentangan kemudian saling menyesuaikan diri untuk mengatasi kekurangan dan dapat menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga pihak lawan tidak kehilangan kepribadiannya.
Akomodasi mempunyai tujuan antara lain :
1.    Mengurangi pertentangan antara orang perorang maupun kelompok sebagai akibat perbedaan paham.
2.    Mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara waktu.
3.    Memungkinkan kerjasama antar individu atau kelompok sosial.
4.    Mengupayakan peleburan antara kelompok sosial yamg berbeda.
Bentuk akomodasi antara lain:
1.    Arbitrasi (Arbitration) merupakan suatu cara untuk mencapai kompromi bila pihak-pihak yang berhadapan tidak sanggup mencapai penyelesaian dan pertentangan diselesaikan oleh pihak ke tiga. Contohnya: tawuran antara pelajar yang diselesaikan oleh polisi.
 
Komentar:menurut komentar saya para pelajar harus bijak untuk menyelesaikan masalah bukannya malah tawuran seperti ini dan tawuran bukan jalan penyelasaian masalah.

2.    Ajudikasi merupakan suatu cara untuk mendamaikan masalah melalui pengadilan. Contoh:penyelesian sengketa tanah di pengadilan.
Komentar:menurut saya dengan cara ini masalah akan diselesaikan dengan adil namun saat ini pengadilan di Indonesia sudah ada oknum yang memperoleh kemenangan di meja hijau dengan cara tidak adil.

3.    Toleransi merupakan bentuk sikap yang muncul secara tidak sadar dan tanpa direncanakan yang berupa maklumi sehinggan perselisihan dapat di cegah.Contoh:toleransi antarumat agama.
Komentar:menurut komentar saya dengan adanya toleransi ,manusia di seluruh dunia akan saling menghormati dan menghargai dan di dunia tidak akan terjadi perselisihan

4.    Stalemate merupakan suatu keadaan perselisihan yang berhenti pada tingkatan tertentu dan keadaan masing-masing pihak seimbang.
Contoh:perang dingin antara AS dan Uni Soviet yang berakhir dengan sendirinya
.
Komentar:perang itu tidak guna nya,karena perang bukan lah jalan penyelesaian sebuah masalah,bahkan perang antara AS dan Uni Sovyet berhenti dengan sendirinya.

5.    Mediasi hampir sama seperti arbitrasi hanya pihak ke tiga hanya sebagai penengah dalam penyelesaian sengketa. Contoh: dalam penyelesaian konflik di Myanmar (etnis Rohingya) yang dimediasi oleh tim PMI (Yusuf Kalla) dan BSMI
Komentar:menurut pendapat saya pemerintahan myanmar harus memberlakukan sama terhadap etnis Rohingya,karena bagaimana pun mereka sama seperti kita .
6.    Coercion merupakan cara akomodasi yang dilakukan terhadap pihak yang keadaannya sangat lemah,sehingga mau tidak mau harus tunduk pada pihak yang lebih kuat kedudukannya.
Contoh: ketidakberdayaan pekerja ketika berhadapan dengan majikannya yang tidak mau memenuhi tuntutannya. Karena takut diberhentikan, akhirnya pekerja tersebut menghentikan tuntutannya
.

7.    Kompromi yaitu masing masing mengurangi tuntutanya untuk kata sepakat ,sehingga perdamaian dapat dicapai.
Contoh: terjadinya kesepakatan antara buruh dengan perusahaan bahwa kenaikan upah akan diberikan sebesar 50% dari tuntutan buruh. Buruh menerima penjelasan bahwa perusahaan kemampuan perusahaan dan buruh merasakan kesulitan yang terjadi di masyarakat.
Komentar:menurut pendapat saya sebaiknya pemerintahan  lebih memerhatikan kebutuhan warga , menurunkan harga  pangan,agar diharapkan kebutuhan warga terpenuhi dan kepada  kepala perusahaan sebaiknya tuntutan dari buruh dilaksanakan agar tidak terjadi bentuk bentuk hubungan sosial yang menyebabkan kerusakan.
8.    Konsialisasi yakni usaha mempertemukan keinginan pihak yang berselisih sehingga tercapai persetujuan bersama.
Contoh:konsultasi antara pengusaha angkutan dengan Dinas Lalu Lintas dalam penetapan tarif angkutan

B.Kerja sama
Kerjasama merupakan suatu usaha bersama antar pribadi atau kelompok manusia untuk suatu tujuan secara bersama sama.
Faktor-faktor yang menimbulkan kerjasama:
1.    Adanya ancaman/rintangan dari luar.
2.    Untuk mencari keuntungan pribadi.
3.    Untuk menolong orang lain.
4.    Adanya orientasi perseorangan.
Bentuk kerjasama meliputi:
1.    Join Venture yakni kerjasama dalam bentuk pengusahaan proyek-proyek tertentu dengan perjanjian pembagian keuntungan menurut proporsi-proporsi tertentu.
Contoh: Contoh perusahaan yang melakukan joint venture adalah:Lombok Tourism Development Corporation (LTDC) yang merupakan joint venture antara PT Perusahaan Pengelolaan Aset (PPA) dan Bali Tourism Development Corporation (BTDC) dari pihak Indonesia dengan Emaar Properties daripihak Arab
2.    Kerukunan/gotong royong merupakan bentuk kerjasama yang dilandasi rasa kesadaran tinggi sebagai anggota masyarakat untuk sama-sama membantu kesulitan orang lain secara iklas,yang membedakan kerukunan/gotong royong dilandasi rasa kesadaran yang iklas sebagai makhluk sosial dan tanpa dilatarbelakangi akan pamrih keuntungan material.
3.    Bargaining merupakan proses keja sama dalam bentuk perjanjian pertukaran barang atau jasa antara dua organisasi/lembaga.
Contoh:proses jual beli dipasar

4.    Cooperation merupakan bentuk kerjasama yang dilakukan dengan cara menerima unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi sebagai salah satu untuk menghindari terjadinya keguncangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan.

5.    Koalisi adalah menggabungkan dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan sama

Contoh: koalisi partai politik

C.Asimilasi
Asimilasi adalah proses sosial yang timbul apabila kelompok masyarakat dengan latar belakang kehidupan yang berbeda ,saling bergaul secara interaktif dala jangka waktu yang lama.akibat dari asimilasi adalah kebudayaan asli akan berubah sifat dan wujudnya membentuk kebudayaan baru,yang merupakan penyatuan kebudayaan dan masyarakat lama dengan  masyarakat baru.
Syarat-syarat timbulnya asimilasi :
1.    Kebudayaan dari masing-masing kelompok  berubah dan saling menyesuaikan diri .
2.    Kelompok-kelompok manusia yang berbeda kebudayaannya .
3.    Orang perorang sebagai kelompok saling bergaul dalam waktu yang lama.
Faktor-faktor yang memengaruhi asimilasi antara lain:
1.    Toleransi
2.    Kesempatan-kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi.
3.    Sikap menghargai dari orang asing dan kebudayaannya.
4.    Sikap terbuka dari orang yang berkuasa dalam masyarakat.
5.    Persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan.
6.    Perkawinan campur.
7.    Adanya musuh bersama dari luar.
Contoh: Asimilasi dalam pemberian nama Indonesia bagi orang Tionghoa, misalnya contohnya Liem Sioe Liong yang mengganti namanya menjadiSudono Salim dan kelompok yang mempertahankan nama mereka, hanya tidak menggunakan karakter Tionghoa, namun huruf Latin (yang khas Indonesia, karena dipengaruhi cara pengejaan setempat), contohnya Liem Swie King dan Kwik Kian Gie. Sementara kelompok yang kedua hanya memiliki satu nama saja dan nama keluarganya terletak di depan, kelompok yang pertama mempertahankan kedua-dua nama mereka dan mempergunakannya silih berganti sesuai dengan keadaan. Nama keluarga kelompok yang pertama juga diletakkan di belakang, dan tidak ada konsensus resmi (dikarenakan minimnya komunikasi dan persebarannya di seluruh Indonesia) tentang transliterasi dari marga Tionghoa resmi (Liem, Tio, Kwik, dll) menjadi ejaan Indonesia (Liem menjadi Salim, Halim, Limawan, dll).


D.Akulturasi
Akuturasi adalah proses sosial yang timbul apabila terjadi pencampuran dua kebudayaan atau lebih yang saling bertemu dan saling memengaruhi tanpa menghilangkan kebudayaan lama.Dalam akulturasi,sebagian menyerap secara selektif,sebagian berusaha menolak pengaruh.
Contoh: Akulturasi dalam adat Pernikahan masyarakat Pujakusuma di Medan, ada perpaduan kebudayaan yakni jawa dengan melayu, hal ini bisa dilihat dengan prosesi acaranya. Masyarakat jawa di medan dalam upacara pernikahan menggunakan upacara “Tepung Tawar” yang merupakan kebudayaan melayu, selain Tepung Tawar masyarakat jawa tersebut menggunakan “Bale-Bale” yang kebudayaan tersebut tidak ada pada akar kebudayaan masyarakat jawa yakni masyarakat jawa asli di Pulau Jawa, meskipun mengadopsi upacara dari kebudayaan melayu masyarakat jawa tidak menghilangkan kebudayaan mereka sendiri yakni dalam prosesi acara pernikahan masih menggunakan upacara Siraman, Pecah Telur dan lainnya.



 Proses Sosial DISOSIATIF
Proses sosial disosiatif bertolak belakang dengan proses sosial asosiatif. Proses sosial disosiatif menekankan pada persaingan atau perlawanan.
Proses ini disebut juga proses yang bersifat oposisi, yaitu suatu cara berjuang melawan seseorang atau kelompok untuk suatu tujuan tertentu.
Bentuk-bentuk Proses Sosial Disosiatif:
a. PERSAINGAN (kompetisi) → suatu proses sosial yang terjadi di masyarakat di mana individu-individu atau kelompok saling bersaing untuk berlomba atau berkompetisi mencari keuntungan melalui bidang-bidang tertentu dengan menggunakan cara-cara yang terbuka dan adil.
Persaingan dapat terjadi dalam sebuah lomba/kompetisi, pemilu, dll.


Menurut berntuknya, persaingan dapat terjadi di berbagai bidang kehidupan, antara lain:
1) persaingan ekonomi
2) persaingan kebudayaan → (budaya, pendidikan, pergaulan, kesenian, adat istiadat, dll)
3) persaingan kedudukan dan peran → terjadi di antara orang dewasa untuk meraih kedudukan/peran dalam masyarakat dan Negara.
Contoh:  atasan dan bawahan dalam siklus pergantian masa jabatan.
Komentar:menurut pendapat saya ,hal ini dapat menimbulkan motivasi diri untuk memajukan diri agar dirinya dapat apa yang dia inginkan.
 b.PERTENTANGAN/KONFLIK
Persaingan yang makin ketat dalam kehidupan masyarakat menyebabkan munculnya pertentangan atau konflik,baik yang berlangsung antarindividu maupuan anarkelompok sosial.Pertentangan terjadi karena adanya perbedaan-perbedaan pada sipat pribadi antara lain:
1.    Perbedaan antarindividu
2.    Perbedaan antarkebudayaan
3.    Perbedaan antarkepentingan
4.    Terjadinya perubahan sosial
Contoh: konflik sosial kasus tegal dan cilacap
Komentar:sebaiknya warga tegal dan cilacap tidak perlu melakukan hal tersebut karena itu dapat merugikan semua pihak yang terlibat.

c.KONTRAVENSI
Kontravensi merupakan bentuk proses sosial yang berada diantara persaingan dan pertentangan. Kontravensi menunjukkan suatu sikap yang mengarah kepada ketidak senangan.
1.    Kontravensi intensif,misalnya penghasutan,desas-desus,dan mengecewakan pihak lain.
2.    Kontravensi rahasia, misalnya berkhianat,membuka rahasia orang lain di muka umum.
3.    Kontravensi taktis,misalnya intimidasi,provokasi,membingungkan lawan,dan sebagainya.
4.    Kontravensi umum,misalnya mengacau pihak lawan,berbuat kekerasan,dan sebagainya.
5.    Kontravensi sederhana,misalnya mencaci maki,memfitnah,dan sebagainya.

Adapun tipe-tipe kontravensi,antara lain sebagai berikutnya.
1.    Kontravensi jenis kelamin,misalnya perbedaan pendapat antara kaum pria dan kaum laki-laki
2.    Kontravensi parlementer ,misalnya masalh kelompok mayoritas dengan minoritas.
3.    Kontravensi generasi masyarakat, misalnya perbedaan antara golongan tua dan golongan muda.
Contoh: keributan yang terjadi antara persaingan

Komentar:sebaiknya para pesaing tidak perlu mengeluarkan emosi kepada pesaing yang lain,sehingga keributan tidak akan terjadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar