Proses
Assosiatif
Proses
Assosiatif adalah bentuk interaksi social yang dapat meningkatkan hubungan
solidaritas antarindividu.Proses assosiatif dapat terbentuk menjadi 3 yaitu:
Akomodasi,Kerjasama,Asimilasi,dan
Kulturasi.
A.Akomodasi
Akomodasi
adalah suatu proses dimana orang perorang atau kelompok manusia yang mula mula
saling bertentangan kemudian saling menyesuaikan diri untuk mengatasi
kekurangan dan dapat menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan
sehingga pihak lawan tidak kehilangan kepribadiannya.
Akomodasi
mempunyai tujuan antara lain :
1. Mengurangi pertentangan antara orang perorang maupun
kelompok sebagai akibat perbedaan paham.
2. Mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara
waktu.
3. Memungkinkan kerjasama antar individu atau kelompok sosial.
4. Mengupayakan peleburan antara kelompok sosial yamg
berbeda.
Bentuk
akomodasi antara lain:
1. Arbitrasi (Arbitration) merupakan suatu cara untuk
mencapai kompromi bila pihak-pihak yang berhadapan tidak sanggup mencapai
penyelesaian dan pertentangan diselesaikan oleh pihak ke tiga. Contohnya:
tawuran antara pelajar yang diselesaikan oleh polisi.
Komentar:menurut komentar saya para pelajar harus
bijak untuk menyelesaikan masalah bukannya malah tawuran seperti ini dan
tawuran bukan jalan penyelasaian masalah.
2. Ajudikasi merupakan suatu cara untuk mendamaikan
masalah melalui pengadilan. Contoh:penyelesian sengketa tanah di pengadilan.
Komentar:menurut saya dengan cara ini masalah akan
diselesaikan dengan adil namun saat ini pengadilan di Indonesia sudah ada oknum
yang memperoleh kemenangan di meja hijau dengan cara tidak adil.
3. Toleransi merupakan bentuk sikap yang muncul secara
tidak sadar dan tanpa direncanakan yang berupa maklumi sehinggan perselisihan
dapat di cegah.Contoh:toleransi antarumat agama.
Komentar:menurut komentar saya
dengan adanya toleransi ,manusia di seluruh dunia akan saling menghormati dan
menghargai dan di dunia tidak akan terjadi perselisihan
4. Stalemate merupakan suatu keadaan perselisihan yang
berhenti pada tingkatan tertentu dan keadaan masing-masing pihak seimbang.
Contoh:perang dingin antara AS dan Uni Soviet yang
berakhir dengan sendirinya
.
Komentar:perang itu tidak guna nya,karena perang bukan
lah jalan penyelesaian sebuah masalah,bahkan perang antara AS dan Uni Sovyet
berhenti dengan sendirinya.
5. Mediasi hampir sama seperti arbitrasi hanya pihak ke
tiga hanya sebagai penengah dalam penyelesaian sengketa. Contoh: dalam
penyelesaian konflik di Myanmar (etnis Rohingya) yang dimediasi oleh tim PMI
(Yusuf Kalla) dan BSMI
Komentar:menurut pendapat saya pemerintahan myanmar
harus memberlakukan sama terhadap etnis Rohingya,karena bagaimana pun mereka
sama seperti kita .
6. Coercion merupakan cara akomodasi yang dilakukan
terhadap pihak yang keadaannya sangat lemah,sehingga mau tidak mau harus tunduk
pada pihak yang lebih kuat kedudukannya.
Contoh: ketidakberdayaan pekerja
ketika berhadapan dengan majikannya yang tidak mau memenuhi tuntutannya. Karena
takut diberhentikan, akhirnya pekerja tersebut menghentikan tuntutannya
.
7. Kompromi yaitu masing masing mengurangi tuntutanya
untuk kata sepakat ,sehingga perdamaian dapat dicapai.
Contoh: terjadinya kesepakatan antara buruh dengan
perusahaan bahwa kenaikan upah akan diberikan sebesar 50% dari tuntutan buruh.
Buruh menerima penjelasan bahwa perusahaan kemampuan perusahaan dan buruh
merasakan kesulitan yang terjadi di masyarakat.
Komentar:menurut pendapat saya sebaiknya
pemerintahan lebih memerhatikan
kebutuhan warga , menurunkan harga
pangan,agar diharapkan kebutuhan warga terpenuhi dan kepada kepala perusahaan sebaiknya tuntutan dari
buruh dilaksanakan agar tidak terjadi bentuk bentuk hubungan sosial yang
menyebabkan kerusakan.
8. Konsialisasi yakni usaha mempertemukan keinginan pihak
yang berselisih sehingga tercapai persetujuan bersama.
Contoh:konsultasi antara pengusaha angkutan dengan
Dinas Lalu Lintas dalam penetapan tarif angkutan
B.Kerja sama
Kerjasama merupakan suatu usaha bersama antar pribadi
atau kelompok manusia untuk suatu tujuan secara bersama sama.
Faktor-faktor yang menimbulkan kerjasama:
1. Adanya ancaman/rintangan dari luar.
2. Untuk mencari keuntungan pribadi.
3. Untuk menolong orang lain.
4. Adanya orientasi perseorangan.
Bentuk kerjasama meliputi:
1. Join Venture yakni kerjasama dalam bentuk pengusahaan
proyek-proyek tertentu dengan perjanjian pembagian keuntungan menurut
proporsi-proporsi tertentu.
Contoh: Contoh perusahaan yang melakukan joint venture
adalah:Lombok Tourism Development Corporation (LTDC) yang merupakan joint
venture antara PT Perusahaan Pengelolaan Aset (PPA) dan Bali Tourism
Development Corporation (BTDC) dari pihak Indonesia dengan Emaar
Properties daripihak Arab
2. Kerukunan/gotong royong merupakan bentuk kerjasama
yang dilandasi rasa kesadaran tinggi sebagai anggota masyarakat untuk sama-sama
membantu kesulitan orang lain secara iklas,yang membedakan kerukunan/gotong
royong dilandasi rasa kesadaran yang iklas sebagai makhluk sosial dan tanpa
dilatarbelakangi akan pamrih keuntungan material.
3. Bargaining merupakan proses keja sama dalam bentuk
perjanjian pertukaran barang atau jasa antara dua organisasi/lembaga.
Contoh:proses jual
beli dipasar
4. Cooperation merupakan bentuk kerjasama yang dilakukan
dengan cara menerima unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan
politik dalam suatu organisasi sebagai salah satu untuk menghindari terjadinya
keguncangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan.
5. Koalisi adalah menggabungkan dua organisasi atau lebih
yang mempunyai tujuan sama
Contoh: koalisi partai politik
C.Asimilasi
Asimilasi adalah proses sosial yang timbul apabila
kelompok masyarakat dengan latar belakang kehidupan yang berbeda ,saling
bergaul secara interaktif dala jangka waktu yang lama.akibat dari asimilasi
adalah kebudayaan asli akan berubah sifat dan wujudnya membentuk kebudayaan
baru,yang merupakan penyatuan kebudayaan dan masyarakat lama dengan masyarakat baru.
Syarat-syarat timbulnya asimilasi :
1. Kebudayaan dari masing-masing kelompok berubah dan saling menyesuaikan diri .
2. Kelompok-kelompok manusia yang berbeda kebudayaannya .
3. Orang perorang sebagai kelompok saling bergaul dalam
waktu yang lama.
Faktor-faktor yang memengaruhi asimilasi antara lain:
1. Toleransi
2. Kesempatan-kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi.
3. Sikap menghargai dari orang asing dan kebudayaannya.
4. Sikap terbuka dari orang yang berkuasa dalam
masyarakat.
5. Persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan.
6. Perkawinan campur.
7. Adanya musuh bersama dari luar.
Contoh: Asimilasi dalam pemberian nama Indonesia
bagi orang Tionghoa, misalnya contohnya Liem Sioe Liong yang
mengganti namanya menjadiSudono Salim dan kelompok yang mempertahankan
nama mereka, hanya tidak menggunakan karakter Tionghoa, namun huruf Latin (yang
khas Indonesia, karena dipengaruhi cara pengejaan setempat), contohnya Liem Swie King dan Kwik Kian Gie.
Sementara kelompok yang kedua hanya memiliki satu nama saja dan nama
keluarganya terletak di depan, kelompok yang pertama mempertahankan kedua-dua
nama mereka dan mempergunakannya silih berganti sesuai dengan keadaan. Nama
keluarga kelompok yang pertama juga diletakkan di belakang, dan tidak ada
konsensus resmi (dikarenakan minimnya komunikasi dan persebarannya di seluruh
Indonesia) tentang transliterasi dari marga Tionghoa resmi (Liem, Tio, Kwik,
dll) menjadi ejaan Indonesia (Liem menjadi Salim, Halim, Limawan, dll).
D.Akulturasi
Akuturasi
adalah proses sosial yang timbul apabila terjadi pencampuran dua kebudayaan
atau lebih yang saling bertemu dan saling memengaruhi tanpa menghilangkan
kebudayaan lama.Dalam akulturasi,sebagian menyerap secara selektif,sebagian
berusaha menolak pengaruh.
Contoh: Akulturasi
dalam adat Pernikahan masyarakat Pujakusuma di Medan, ada perpaduan kebudayaan
yakni jawa dengan melayu, hal ini bisa dilihat dengan prosesi acaranya. Masyarakat jawa di medan dalam upacara
pernikahan menggunakan upacara “Tepung Tawar” yang merupakan kebudayaan melayu,
selain Tepung Tawar masyarakat jawa tersebut menggunakan “Bale-Bale” yang
kebudayaan tersebut tidak ada pada akar kebudayaan masyarakat jawa yakni
masyarakat jawa asli di Pulau Jawa, meskipun mengadopsi upacara dari kebudayaan
melayu masyarakat jawa tidak menghilangkan kebudayaan mereka sendiri yakni
dalam prosesi acara pernikahan masih menggunakan upacara Siraman, Pecah Telur
dan lainnya.
Proses Sosial DISOSIATIF
Proses
sosial disosiatif bertolak belakang dengan proses sosial asosiatif. Proses
sosial disosiatif menekankan pada persaingan atau perlawanan.
Proses
ini disebut juga proses yang bersifat oposisi, yaitu suatu cara berjuang melawan
seseorang atau kelompok untuk suatu tujuan tertentu.
Bentuk-bentuk
Proses Sosial Disosiatif:
a. PERSAINGAN (kompetisi) → suatu proses sosial
yang terjadi di masyarakat di mana individu-individu atau kelompok saling
bersaing untuk berlomba atau berkompetisi mencari keuntungan melalui
bidang-bidang tertentu dengan menggunakan cara-cara yang terbuka dan adil.
Persaingan
dapat terjadi dalam sebuah lomba/kompetisi, pemilu, dll.
Menurut
berntuknya, persaingan dapat terjadi di berbagai bidang kehidupan, antara lain:
1)
persaingan ekonomi
2)
persaingan kebudayaan → (budaya, pendidikan, pergaulan, kesenian, adat
istiadat, dll)
3)
persaingan kedudukan dan peran → terjadi di antara orang dewasa untuk meraih
kedudukan/peran dalam masyarakat dan Negara.
Contoh: atasan
dan bawahan dalam siklus pergantian masa jabatan.
Komentar:menurut
pendapat saya ,hal ini dapat menimbulkan motivasi diri untuk memajukan diri
agar dirinya dapat apa yang dia inginkan.
b.PERTENTANGAN/KONFLIK
Persaingan
yang makin ketat dalam kehidupan masyarakat menyebabkan munculnya pertentangan
atau konflik,baik yang berlangsung antarindividu maupuan anarkelompok
sosial.Pertentangan terjadi karena adanya perbedaan-perbedaan pada sipat
pribadi antara lain:
1. Perbedaan antarindividu
2. Perbedaan antarkebudayaan
3. Perbedaan antarkepentingan
4. Terjadinya perubahan sosial
Contoh: konflik sosial kasus tegal dan cilacap
Komentar:sebaiknya warga tegal dan cilacap
tidak perlu melakukan hal tersebut karena itu dapat merugikan semua pihak yang
terlibat.
c.KONTRAVENSI
Kontravensi merupakan bentuk
proses sosial yang berada diantara persaingan dan pertentangan. Kontravensi
menunjukkan suatu sikap yang mengarah kepada ketidak senangan.
1. Kontravensi intensif,misalnya penghasutan,desas-desus,dan
mengecewakan pihak lain.
2. Kontravensi rahasia, misalnya berkhianat,membuka
rahasia orang lain di muka umum.
3. Kontravensi taktis,misalnya
intimidasi,provokasi,membingungkan lawan,dan sebagainya.
4. Kontravensi umum,misalnya mengacau pihak lawan,berbuat
kekerasan,dan sebagainya.
5. Kontravensi sederhana,misalnya mencaci
maki,memfitnah,dan sebagainya.
Adapun
tipe-tipe kontravensi,antara lain sebagai berikutnya.
1. Kontravensi jenis kelamin,misalnya perbedaan pendapat
antara kaum pria dan kaum laki-laki
2. Kontravensi parlementer ,misalnya masalh kelompok
mayoritas dengan minoritas.
3. Kontravensi generasi masyarakat, misalnya perbedaan
antara golongan tua dan golongan muda.
Contoh: keributan
yang terjadi antara persaingan
Komentar:sebaiknya
para pesaing tidak perlu mengeluarkan emosi kepada pesaing yang lain,sehingga
keributan tidak akan terjadi.