Sabtu, 08 Maret 2014

40 Fakta Unik Tubuh





Tubuh manusia menyimpan berbagai misteri yang sangat mengagumkan, meski kadang terlihat tidak masuk akal. Setidaknya ada 40 fakta dari tubuh manusia yang belum banyak diketahui dan terbilang aneh. Berikut adalah 40 fakta aneh tentang tubuh manusia yaitu:
1. Dalam tubuh manusia, sekitar 3 juta sel mati setiap menit.
2. Rata-rata orang kehilangan 40 hingga 100 helai rambut setiap harinya.
3. Partikel debu yang ditemukan di rumah sebagian besar berasal dari kulit mati tubuh manusia
4. Otak relatif lebih aktif pada malam hari dalam satu hari
5. Otak terdiri dari 80 persen air
6. Otak manusia mampu menangkap 20 juta informasi dalam 1 detik.
7. Bila kita merasa kesal, maka otak dan tubuh kita bereaksi keras dan bekerja ekstra sehingga menghasilkan zat-zat kimia dan hormon yang dapat menghasilkan air mata.
8. Setelah tiga minggu berlibur, IQ kita dapat berkurang hingga 20 persen.
9. Otot paling kuat dalam tubuh manusia adalah lidah
10. Bila kita tersenyum, kita menggunakan 10 otot di muka kita, namun jika kita cemberut membutuhkan 17 otot untuk menggerakkannya.
11. Untuk mengambil satu langkah, tubuh manusia menggunakan sekitar 200 otot.
12. Untuk menghasilkan suara ketika berbicara digunakan sekitar 72 otot
13. Mata dan hidung selalu tumbuh, tapi mata tetap dengan ukuran yang sama dari awal.
14. Mata berkedip 15.000 kali dalam sehari
15. Mata kita berkedip setiap 2-10 detik? Sementara Anda memusatkan perhatian pada setiap kata dalam kalimat ini, mata Anda bergerak maju mundur 100 kali dalam sedetik, dan dalam setiap detik retina melakukan 10 milyar kalkulasi seperti komputer
16. Gerak mata, ke arah kiri dapat membantu daya ingat yang berkaitan dengan warna.
17. Manusia pasti akan memejamkan mata saat bersin.
18. Kecepatan bersin dapat mencapai sekitar 250 kilometer per jamnya.
19. Semua fungsi tubuh berhenti ketika Anda bersin termasuk jantung, selama sekitar satu detik
20. Sel telur perempuan adalah sel terbesar dalam tubuh dan sperma laki-laki adalah sel terkecil
21. Ada sekitar 1 triliun bakteri ditemukan pada masing-masing kaki
22. Saat terlalu banyak makan, kemampuan pendengaran manusia menjadi berkurang
23. Kotoran telinga lebih banyak disekresikan oleh tubuh saat orang merasa takut
24. Sekitar 36.000 galon darah dipompa oleh jantung setiap hari
25. Sekitar 15 juta sel darah bisa hancur setiap detik
26. Jantung perempuan berdetak lebih cepat dari jantung laki-laki
27. Jantung berdebar lebih cepat bila seseorang berjalan cepat atau terlibat dalam argumen yang panas ketimbang pada saat melakukan hubungan seksual.
28. Telapak tangan dan kaki ternyata memiliki lebih banyak kelenjar keringat daripada bagian-bagian tubuh yang lainnya.
29. Ada sekitar 250.000 kelenjar keringat yang ditemukan pada sepasang kaki manusia
30. Setiap manusia pada saat konsepsi (pembuahan benih) menghabiskan sekitar setengah jam sebagai sel tunggal
31. Rata-rata perempuan mengucapkan 7.000 kata per hari, sedangkan laki-laki hanya 2.000 kata.
32. Golongan darah O adalah golongan darah yang paling umum di dunia
33. Manusia tidak merasa geli saat menggelitik tubuhnya sendiri.
34. Bayi manusia dilahirkan dengan 300 potong tulang, namun pada usia dewasa manusia hanya mempunyai 206 tulang di tubuhnya. Dari 206 tulang pada rata-rata tubuh orang dewasa, 54 terdapat di tangan dan 52 di kaki.
35. Sekitar 6 bulan sebelum bayi lahir, gigi sudah mulai tumbuh tapi belum muncul ke permukaan gusi.
36. Seorang bayi normal berusia 2 minggu bisa menghabiskan susu 400 gram hanya dalam 3 hari.
37. Sekitar 90% penderita penyakit lupus adalah perempuan
38. 80% dari semua orang yang tersambar petir adalah laki-laki.
39. Laki-laki dapat mengalami ereksi setiap satu setengah jam saat tidur
40. Orang lanjut usia lebih mudah terkena dehidrasi daripada orang muda, karena tubuh mereka kurang efektif dalam memberitahukan kapan mereka perlu minum.

Kecepatan Satelit Mengelilingi Bumi

 Sebuah satelit berada pada ketinggian di atas permukaan Bumi yang memiliki jari-jari R. Satelit tersebut bergerak mengelilingi Bumi dengan kecepatan v. Satelit mendapatkan gaya gravitasi sebesar mga yang arahnya menuju pusat Bumi, ketika satelit bergerak melingkar mengitari Bumi. Gaya yang bekerja pada sebuah benda yang sedang bergerak melingkar dan arahnya menuju pusat lingkaran disebut gaya sentripetal. Melalui penurunan persamaan gerak melingkar, diperoleh persamaan berikut.
Gaya gravitasi Bumi menghasilkan percepatan sentripetal yang menahan satelit pada orbitnya.
Gambar 2.7 Gaya gravitasi Bumi menghasilkan percepatan sentripetal yang menahan satelit pada orbitnya.
Kecepatan satelit mengelilingi Bumi dapat dituliskan dengan persamaan:
Substitusikan besar dari Persamaan
Dengan demikian, kecepatan satelit saat mengelilingi Bumi dapat dituliskan dalam bentuk persamaan:
Contoh soal
Sebuah satelit mengorbit Bumi pada jarak 3.600 km di atas permukaan Bumi. Jika jari-jari Bumi = 6.400 km, percepatan gravitasi dipermukaan Bumi = 10 m/s2, dan gerak satelit dianggap melingkar beraturan, hitung kelajuan satelit dalam km/s.
Jawab
Satuan kelajuan yang diharapkan adalah km/s maka percepatan gravitasi di permukaan Bumi gharus diubah dulu dari m/s2 menjadi km/s2 dan diperoleh = 0,01 km/s2. Kelajuan satelit mengorbit Bumi dapat dihitung dengan persamaan:

Contoh Tegangan Permukaan


Contoh Tegangan Permukaan- Sebelumnya telah dibahas Penerapan Hukum Archimedes dan Penerapan Hukum Paskal dan sekarang masih dalam bahasan fluida statis akan dibahas mengenai tegangan permukaan. Pernahkah Anda memerhatikan bentuk cairan obat yang keluar dari penetes obat atau bentuk raksa yang diteteskan di permukaan meja? Jika Anda perhatikan, tetesan cairan obat yang keluar dari alat penetesnya berbentuk bola-bola kecil. Demikian juga dengan bentuk air raksa yang diteteskan di permukaan meja. Gejala-gejala di atas dapat dijelaskan dengan apa yang disebut tegangan permukaan. Tinjaulah sebuah molekul cairan yang berada di permukaan cairan dan sebuah molekul yang berada di dalam cairan.
Molekul di permukaan (B) hanya mendapat tarikan dari molekul di bawahnya dan kiri kanan molekul. Molekul di dalam cairan (A) mendapat tarikan dari molekul di atasnya,di bawahnya dan di kiri-kanannya
Molekul di permukaan (B) hanya mendapat tarikan dari molekul di bawahnya dan kiri kanan molekul. Molekul di dalam cairan (A) mendapat tarikan dari molekul di atasnya,di bawahnya dan di kiri-kanannya.
Molekul yang berada di dalam cairan dikelilingi oleh molekul-molekul yang lain, di atasnya, di bawahnya, dan di sampingnya. Sedangkan molekul yang di permukaan hanya dikelilingi partikel yang di samping dan di bawahnya. Molekul dalam cairan akan mendapat tarikan dari molekul di sekelilingnya ke segala arah sehingga resultan gayanya adalah nol. Molekul yang di permukaan mendapat tarikan dari molekul di sampingnya dan di bawahnya, sehingga resultan gayanya tidak nol. Jika molekul dinaikkan sedikit maka molekul akan mendapatkan tarikan ke bawah. Jika molekul ditekan sedikit molekul di sekelilingnya akan menariknya ke atas. Gaya tarik antarmolekul tadi membuat permukaan cairan seperti selaput yang elastis.
Contoh tegangan permukaan yang lain dapat Anda lihat jika Anda memasukkan sebuah gelang kawat yang dipasang benang ke dalam larutan sabun. Setelah dimasukkan ke dalam larutan sabun, pada gelang kawat akan terdapat selaput tipis. Jika bagian tengah jerat benang ditusuk hingga pecah akan terlihat jerat benang yang pada mulanya berbentuk tidak beraturan, berubah menjadi berbentuk lingkaran. Gelang kawat dan jerat benang yang dicelupkan ke dalam larutan sabun sebelum dan sesudah selaput tipis bagian tengahnya ditusuk terlihat seperti pada Gambar 7.20 berikut.
Gelang kawat dengan bentangan benang di tengahnya ketika dimasukkan ke dalam larutan sabun
Gambar 7.20 (a) Gelang kawat dengan bentangan benang di tengahnya ketika dimasukkan ke dalam larutan sabun. (b) Setelah gelang kawat dicelupkan ke dalam larutan sabun, benang menjadi teregang dan membentuk lingkaran.
Gambar 7.20b menunjukkan bahwa permukaan zat cair dapat dianggap berada dalam keadaan tegang sehingga zat-zat pada kedua sisi garis saling tarik-menarik. Tegangan permukaan (γ ) di dalam selaput didefinisikan sebagai perbandingan antara gaya permukaan dan panjang permukaan yang tegak lurus gaya dan dipengaruhi oleh gaya tersebut.
Rangkaian kawat untuk mengukur tegangan permukaan selaput tipis larutan sabun
Gambar 7.21 Rangkaian kawat untuk mengukur tegangan permukaan selaput tipis larutan sabun. Dalam keadaan setimbang, gaya tegangan permukaan ke atas 2γl sama dengan gaya tarik peluncur ke bawah T.
Perhatikan Gambar 7.21. Gambar tersebut menunjukkan percobaan sederhana untuk melakukan pengukuran kuantitatif tentang tegangan permukaan. Seutas kawat dilengkungkan membentuk huruf U dan kawat kedua berperan sebagai peluncur yang diletakkan di ujung kawat berbentuk U. Ketika rangkaian kedua kawat tersebut dimasukkan ke dalam larutan sabun, kemudian dikeluarkan. Akibatnya, pada rangkaian kawat terbentuk selaput tipis cairan sabun. Selaput tipis tersebut akan memberikan gaya tegangan permukaan yang menarik peluncur kawat ke bagian atas kawat U (jika berat peluncur kawat sangat kecil). Ketika Anda menarik peluncur kawat ke bawah, luas permukaan selaput tipis akan membesar dan molekul-molekulnya akan bergerak dari bagian dalam cairan ke dalam lapisan permukaan.
Dalam keadaan setimbang, gaya tarik peluncur ke bawah sama dengan tegangan permukaan yang diberikan selaput tipis larutan sabun pada peluncur. Berdasarkan Gambar 7.21, gaya tarik peluncur ke bawah adalah
T
Jika l adalah panjang peluncur kawat maka gaya bekerja pada panjang total 2 l karena selaput tipis air sabun memiliki dua sisi permukaan. Dengan demikian, tegangan permukaan didefinisikan sebagai perbandingan antara gaya tegangan permukaan dengan panjang dtempat gaya tersebut bekerja yang secara matematis dinyatakan dengan persamaan
tegangan permukaan
Oleh karena = 2 l, tegangan permukaan dinyatakan dengan persamaan
tegangan permukaan dinyatakan dengan
Tegangan permukaan suatu zat cair yang bersentuhan dengan uapnya sendiri atau udara hanya bergantung pada sifat-sifat dan suhu zat cair itu. Tegangan permukaan inilah yang menyebabkan tetes-tetes cairan cenderung berbentuk bola. Saat tetesan terbentuk, tegangan permukaan berusaha meminimalkan luas permukaannya sehingga permukaannya tertarik dan membentuk bola. Tegangan permukaan ini juga yang menyebabkan serangga dan benda-benda ringan tidak tenggelam, titik-titik air di daun cenderung untuk membulat, dan daun teratai dapat terapung di permukaan air danau.
Titik-titik air di atas daun
Titik-titik air di atas daun

Penerapan Hukum Archimedes

Penerapan Hukum Archimedes- Anda tentunya sering melihat kapal yang berlayar di laut, benda-benda yang terapung di permukaan air, atau batuan-batuan yang tenggelam di dasar sungai. Konsep terapung, melayang, atau tenggelamnya suatu benda di dalam fluida, kali pertama diteliti oleh Archimedes. Menurut Archimedes, benda yang dicelupkan sebagian atau seluruhnya ke dalam fluida, akan mengalami gaya ke atas. Besar gaya ke atas tersebut besarnya sama dengan berat fluida yang dipindahkan oleh benda. Secara matematis, Hukum Archimedes dituliskan sebagai berikut.
gaya ke atas
dengan: FA = gaya ke atas (N),
ρf massa jenis fluida (kg/m3),
Vf volume fluida yang dipindahkan (m3), dan
= percepatan gravitasi (m/s2).
Dapat dilihat bahwa besarnya gaya ke atas yang dialami benda di dalam fluida bergantung pada massa jenis fluida, volume fluida yang dipindahkan, dan percepatan gravitasi Bumi. Anda telah mengetahui bahwa suatu benda yang berada di dalam fluida dapat terapung, melayang, atau tenggelam, berikut uraiannya.
a. Terapung
Benda yang dicelupkan ke dalam fluida akan terapung jika massa jenis benda lebih kecil daripada massa jenis fluida (ρb < ρf). Massa jenis benda yang terapung dalam fluida memenuhi persamaan berikut.
Massa jenis benda yang terapung
atau
Massa jenis benda yang terapung 1
dengan: Vbf = volume benda yang tercelup dalam fluida (m3),
Vb = volume benda (m3),
hbf = tinggi benda yang tercelup dalam fluida (m),
hb = tinggi benda (m),
ρb = massa jenis benda (kg/m3), dan
ρf = massa jenis fluida (kg/m3).
Balok kayu bervolume 100 cm3 dimasukkan ke dalam air
Gambar 7.13 Balok kayu bervolume 100 cm3 dimasukkan ke dalam air.
Sebuah balok kayu ( ρ = 0,6 kg/m3) bermassa 60 g dan volume 100 cm3dimasukkan ke dalam air. Ternyata, 60 cm3 kayu tenggelam sehingga volume air yang dipindahkan sebesar 60 cm3 ( 0,6 N ).
b. Melayang
Benda yang dicelupkan ke dalam fluida akan melayang jika massa jenis benda sama dengan massa jenis fluida (ρb= ρf). Dapatkah Anda memberikan contoh benda-benda yang melayang di dalam zat cair?
c. Tenggelam
Benda yang dicelupkan ke dalam fluida akan tenggelam jika massa jenis benda lebih besar daripada massa jenis fluida (ρb > ρf). Jika benda yang dapat tenggelam dalam fluida ditimbang di dalam fluida tersebut, berat benda akan menjadi
berat benda dalam fluida
atau
berat benda dalam fluida 1
dengan: wbf = berat benda dalam fluida (N), dan
= berat benda di udara (N).
Balok aluminium
Gambar 7.14 (a) Balok aluminium dengan volume 100 cm3 di udara. (b) Balok aluminium dengan volume 100 cm3 ditimbang di dalam air Apakah beratnya sama?
Perhatikanlah Gambar 7.14. Aluminium (ρ = 2,7 g/cm3) yang bermassa 270 g dan memiliki volume 100 cm3, ditimbang di udara. Berat aluminium tersebut sebesar 2,7 N. Ketika penimbangan dilakukan di dalam air, volume air yang dipindahkan adalah 100 cm3 dan menyebabkan berat air yang dipindahkan sebesar 1 N (= ρdan mg). Dengan demikian, gaya ke atas FA yang dialami aluminium sama dengan berat air yang dipindahkan, yaitu sebesar 1 N. Berat aluminium di dalam air menjadi
wbf = – FA
= 2,7 N – 1 N
= 1,7 N
Contoh soal penerapan hukum Archemedes
1. Sebuah batu memiliki berat 30 N Jika ditimbang di udara. Jika batu tersebut ditimbang di dalam air beratnya = 21 N. Jika massa jenis air adalah 1 g/cm3, tentukanlah:
a. gaya ke atas yang diterima batu,
b. volume batu, dan
c. massa jenis batu tersebut.
Jawab
Diketahui: = 30 N, wbf = 21 N, dan ρair = 1 g/cm3.
gaya ke atas yang diterima batu
ρair = 1 g/cm3 = 1.000 kg/m3
a. wbf = – FA
21 N = 30 N – FA
FA = 9 N
b. FA = ρairVbatu g
9 N = (1.000 kg/m3) (Vbatu) (10 m/s2)
Vbatu = 9 × 10–4 m3
c.
massa jenis batu tersebut
2. Sebuah bola logam padat seberat 20 N diikatkan pada seutas kawat dan dicelupkan ke dalam minyak ( ρminyak = 0,8 g/cm3). Jika massa jenis logam 5 g/cm3, berapakah tegangan kawat?
Jawab
bola logam padat
Diketahui: wbola = 20 N, ρ minyak = 0,8 g/cm3, dan ρ logam = 5 g/cm3.
Berdasarkan uraian gaya-gaya yang bekerja pada bola, dapat dituliskan persamaan
FA w
– FA – ρminyakVbola g
tegangan kawat
tegangan kawat 1
= 16,8 N.
3. Sebuah benda memiliki volume 20 m3 dan massa jenisnya = 800 kg/m3. Jika benda tersebut dimasukkan ke dalam air yang massa jenisnya 1.000 kg/m3, tentukanlah volume benda yang berada di atas permukaan air.
Jawab
Diketahui: Vbenda = 20 m3, ρ benda = 800 kg/m3, dan ρ air = 1.000 kg/m3.
Volume air yang dipindahkan = volume benda yang tercelup
FA = ρair Vair-pindah = berat benda
ρair Vbagian tercelup mg
ρair Vbagian tercelup = ρbenda Vbenda
(1 kg/m3) (Vbagian tercelup) = (800 kg/m3) (20 m3)
Vbagian tercelup = 16 m3
Vmuncul = 20 m3 – 16 m3 = 4 m3.
4. Sebuah benda dimasukkan ke dalam air. Ternyata, 25% dari volume benda terapung di atas permukaan air. Berapakah massa jenis benda tersebut?
Jawab:
25% dari volume benda terapung di atas permukaan air
Diketahui: Vbenda terapung = 25%.
wbenda = FA
mg = ρairVbenda tercelup g
ρairVbenda = ρairVbenda tercelup g
masa jenis benda
besar masa jenis benda
Aplikasi Hukum Archimedes
Hukum Archimedes banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya pada hidrometer, kapal laut, kapal selam, balon udara, dan galangan kapal. Berikut ini prinsip kerja alat-alat tersebut.
a. Hukum Archimedes pada Hidrometer
Hidrometer
Gambar 7.15 Hidrometer
Hidrometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur massa jenis zat cair. Proses pengukuran massa jenis zat cair menggunakan hidrometer dilakukan dengan cara memasukkan hidrometer ke dalam zat cair tersebut. Angka yang ditunjukkan oleh hidrometer telah dikalibrasi sehingga akan menunjukkan nilai massa jenis zat cair yang diukur. Berikut ini prinsip kerja hidrometer.
Gaya ke atas = berat hidrometer
FA = whidrometer
ρ1V1 mg
Oleh karena volume fluida yang dipindahkan oleh hidrometer sama dengan luas tangkai hidrometer dikalikan dengan tinggi yang tercelup maka dapat dituliskan
ρ1 (Ah1) = m
tinggi hidrometer yang tercelup dalam zat cair
dengan: = massa hidrometer (kg),
= luas tangkai (m2),
hf = tinggi hidrometer yang tercelup dalam zat cair (m), dan
ρf = massa jenis zat cair (kg/m3).
Hidrometer digunakan untuk memeriksa muatan akumulator mobil dengan cara membenamkan hidrometer ke dalam larutan asam akumulator. Massa jenis asam untuk muatan akumulator penuh kira-kira = 1,25 kg/mdan mendekati 1 kg/m3 untuk muatan akumulator kosong.
b. Kapal Laut dan Kapal Selam
Mengapa kapal yang terbuat dari baja dapat terapung di laut? Peristiwa ini berhubungan dengan gaya apung yang dihasilkan oleh kapal baja tersebut. Perhatikan Gambar 7.16 berikut.
Kapal yang sama pada saat kosong dan penuh muatan
Gambar 7.16 Kapal yang sama pada saat kosong dan penuh muatan. Volume air yang di pindahkan oleh kapal ditandai dengan tenggelamnya kapal hingga batas garis yang ditunjukkan oleh tanda panah.
Balok besi yang dicelupkan ke dalam air akan tenggelam, sedangkan balok besi yang sama jika dibentuk menyerupai perahu akan terapung. Hal ini disebabkan oleh jumlah fluida yang dipindahkan besi yang berbentuk perahu lebih besar daripada jumlah fluida yang dipindahkan balok besi. Besarnya gaya angkat yang dihasilkan perahu besi sebanding dengan volume perahu yang tercelup dan volume fluida yang dipindahkannya. Apabila gaya angkat yang dihasilkan sama besar dengan berat perahu maka perahu akan terapung. Oleh karena itu, kapal baja didesain cukup lebar agar dapat memindahkan volume fluida yang sama besar dengan berat kapal itu sendiri.
Penampang kapal selam
Gambar 7.17 Penampang kapal selam ketika (a) terapung, (b) melayang, dan (c) tenggelam.
Tahukah Anda apa yang menyebabkan kapal selam dapat terapung, melayang, dan menyelam? Kapal selam memiliki tangki pemberat di dalam lambungnya yang berfungsi mengatur kapal selam agar dapat terapung, melayang, atau tenggelam. Untuk menyelam, kapal selam mengisi tangki pemberatnya dengan air sehingga berat kapal selam akan lebih besar daripada volume air yang dipindahkannya. Akibatnya, kapal selam akan tenggelam. Sebaliknya, jika tangki pemberat terisi penuh dengan udara (air laut dipompakan keluar dari tangki pemberat), berat kapal selam akan lebih kecil daripada volume kecil yang dipindahkannya sehingga kapal selam akan terapung. Agar dapat bergerak di bawah permukaan air laut dan melayang, jumlah air laut yang dimasukkan ke dalam tangki pemberat disesuaikan dengan jumlah air laut yang dipindahkannya pada kedalaman yang diinginkan.
c. Balon Udara
Balon berisi udara panas kali pertama diterbangkan pada tanggal 21 November 1783. Udara panas dalam balon memberikan gaya angkat karena udara panas di dalam balon lebih ringan daripada udara di luar balon. Balon udara bekerja berdasarkan prinsip Hukum Archimedes. Menurut prinsip ini, dapat dinyatakan bahwa sebuah benda yang dikelilingi udara akan mengalami gaya angkat yang besarnya sama dengan volume udara yang dipindahkan oleh benda tersebut.
Balon udara dapat mengambang di udara karena memanfaatkanprinsip Hukum Archimedes
Gambar 7.18 Balon udara dapat mengambang di udara karena memanfaatkanprinsip Hukum Archimedes.

Kliping IPS Bentuk Bentuk Hubungan Sosial

Proses Assosiatif
Proses Assosiatif adalah bentuk interaksi social yang dapat meningkatkan hubungan solidaritas antarindividu.Proses assosiatif dapat terbentuk menjadi 3 yaitu: Akomodasi,Kerjasama,Asimilasi,dan  Kulturasi.

A.Akomodasi
Akomodasi adalah suatu proses dimana orang perorang atau kelompok manusia yang mula mula saling bertentangan kemudian saling menyesuaikan diri untuk mengatasi kekurangan dan dapat menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga pihak lawan tidak kehilangan kepribadiannya.
Akomodasi mempunyai tujuan antara lain :
1.    Mengurangi pertentangan antara orang perorang maupun kelompok sebagai akibat perbedaan paham.
2.    Mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara waktu.
3.    Memungkinkan kerjasama antar individu atau kelompok sosial.
4.    Mengupayakan peleburan antara kelompok sosial yamg berbeda.
Bentuk akomodasi antara lain:
1.    Arbitrasi (Arbitration) merupakan suatu cara untuk mencapai kompromi bila pihak-pihak yang berhadapan tidak sanggup mencapai penyelesaian dan pertentangan diselesaikan oleh pihak ke tiga. Contohnya: tawuran antara pelajar yang diselesaikan oleh polisi.
 
Komentar:menurut komentar saya para pelajar harus bijak untuk menyelesaikan masalah bukannya malah tawuran seperti ini dan tawuran bukan jalan penyelasaian masalah.

2.    Ajudikasi merupakan suatu cara untuk mendamaikan masalah melalui pengadilan. Contoh:penyelesian sengketa tanah di pengadilan.
Komentar:menurut saya dengan cara ini masalah akan diselesaikan dengan adil namun saat ini pengadilan di Indonesia sudah ada oknum yang memperoleh kemenangan di meja hijau dengan cara tidak adil.

3.    Toleransi merupakan bentuk sikap yang muncul secara tidak sadar dan tanpa direncanakan yang berupa maklumi sehinggan perselisihan dapat di cegah.Contoh:toleransi antarumat agama.
Komentar:menurut komentar saya dengan adanya toleransi ,manusia di seluruh dunia akan saling menghormati dan menghargai dan di dunia tidak akan terjadi perselisihan

4.    Stalemate merupakan suatu keadaan perselisihan yang berhenti pada tingkatan tertentu dan keadaan masing-masing pihak seimbang.
Contoh:perang dingin antara AS dan Uni Soviet yang berakhir dengan sendirinya
.
Komentar:perang itu tidak guna nya,karena perang bukan lah jalan penyelesaian sebuah masalah,bahkan perang antara AS dan Uni Sovyet berhenti dengan sendirinya.

5.    Mediasi hampir sama seperti arbitrasi hanya pihak ke tiga hanya sebagai penengah dalam penyelesaian sengketa. Contoh: dalam penyelesaian konflik di Myanmar (etnis Rohingya) yang dimediasi oleh tim PMI (Yusuf Kalla) dan BSMI
Komentar:menurut pendapat saya pemerintahan myanmar harus memberlakukan sama terhadap etnis Rohingya,karena bagaimana pun mereka sama seperti kita .
6.    Coercion merupakan cara akomodasi yang dilakukan terhadap pihak yang keadaannya sangat lemah,sehingga mau tidak mau harus tunduk pada pihak yang lebih kuat kedudukannya.
Contoh: ketidakberdayaan pekerja ketika berhadapan dengan majikannya yang tidak mau memenuhi tuntutannya. Karena takut diberhentikan, akhirnya pekerja tersebut menghentikan tuntutannya
.

7.    Kompromi yaitu masing masing mengurangi tuntutanya untuk kata sepakat ,sehingga perdamaian dapat dicapai.
Contoh: terjadinya kesepakatan antara buruh dengan perusahaan bahwa kenaikan upah akan diberikan sebesar 50% dari tuntutan buruh. Buruh menerima penjelasan bahwa perusahaan kemampuan perusahaan dan buruh merasakan kesulitan yang terjadi di masyarakat.
Komentar:menurut pendapat saya sebaiknya pemerintahan  lebih memerhatikan kebutuhan warga , menurunkan harga  pangan,agar diharapkan kebutuhan warga terpenuhi dan kepada  kepala perusahaan sebaiknya tuntutan dari buruh dilaksanakan agar tidak terjadi bentuk bentuk hubungan sosial yang menyebabkan kerusakan.
8.    Konsialisasi yakni usaha mempertemukan keinginan pihak yang berselisih sehingga tercapai persetujuan bersama.
Contoh:konsultasi antara pengusaha angkutan dengan Dinas Lalu Lintas dalam penetapan tarif angkutan

B.Kerja sama
Kerjasama merupakan suatu usaha bersama antar pribadi atau kelompok manusia untuk suatu tujuan secara bersama sama.
Faktor-faktor yang menimbulkan kerjasama:
1.    Adanya ancaman/rintangan dari luar.
2.    Untuk mencari keuntungan pribadi.
3.    Untuk menolong orang lain.
4.    Adanya orientasi perseorangan.
Bentuk kerjasama meliputi:
1.    Join Venture yakni kerjasama dalam bentuk pengusahaan proyek-proyek tertentu dengan perjanjian pembagian keuntungan menurut proporsi-proporsi tertentu.
Contoh: Contoh perusahaan yang melakukan joint venture adalah:Lombok Tourism Development Corporation (LTDC) yang merupakan joint venture antara PT Perusahaan Pengelolaan Aset (PPA) dan Bali Tourism Development Corporation (BTDC) dari pihak Indonesia dengan Emaar Properties daripihak Arab
2.    Kerukunan/gotong royong merupakan bentuk kerjasama yang dilandasi rasa kesadaran tinggi sebagai anggota masyarakat untuk sama-sama membantu kesulitan orang lain secara iklas,yang membedakan kerukunan/gotong royong dilandasi rasa kesadaran yang iklas sebagai makhluk sosial dan tanpa dilatarbelakangi akan pamrih keuntungan material.
3.    Bargaining merupakan proses keja sama dalam bentuk perjanjian pertukaran barang atau jasa antara dua organisasi/lembaga.
Contoh:proses jual beli dipasar

4.    Cooperation merupakan bentuk kerjasama yang dilakukan dengan cara menerima unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi sebagai salah satu untuk menghindari terjadinya keguncangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan.

5.    Koalisi adalah menggabungkan dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan sama

Contoh: koalisi partai politik

C.Asimilasi
Asimilasi adalah proses sosial yang timbul apabila kelompok masyarakat dengan latar belakang kehidupan yang berbeda ,saling bergaul secara interaktif dala jangka waktu yang lama.akibat dari asimilasi adalah kebudayaan asli akan berubah sifat dan wujudnya membentuk kebudayaan baru,yang merupakan penyatuan kebudayaan dan masyarakat lama dengan  masyarakat baru.
Syarat-syarat timbulnya asimilasi :
1.    Kebudayaan dari masing-masing kelompok  berubah dan saling menyesuaikan diri .
2.    Kelompok-kelompok manusia yang berbeda kebudayaannya .
3.    Orang perorang sebagai kelompok saling bergaul dalam waktu yang lama.
Faktor-faktor yang memengaruhi asimilasi antara lain:
1.    Toleransi
2.    Kesempatan-kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi.
3.    Sikap menghargai dari orang asing dan kebudayaannya.
4.    Sikap terbuka dari orang yang berkuasa dalam masyarakat.
5.    Persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan.
6.    Perkawinan campur.
7.    Adanya musuh bersama dari luar.
Contoh: Asimilasi dalam pemberian nama Indonesia bagi orang Tionghoa, misalnya contohnya Liem Sioe Liong yang mengganti namanya menjadiSudono Salim dan kelompok yang mempertahankan nama mereka, hanya tidak menggunakan karakter Tionghoa, namun huruf Latin (yang khas Indonesia, karena dipengaruhi cara pengejaan setempat), contohnya Liem Swie King dan Kwik Kian Gie. Sementara kelompok yang kedua hanya memiliki satu nama saja dan nama keluarganya terletak di depan, kelompok yang pertama mempertahankan kedua-dua nama mereka dan mempergunakannya silih berganti sesuai dengan keadaan. Nama keluarga kelompok yang pertama juga diletakkan di belakang, dan tidak ada konsensus resmi (dikarenakan minimnya komunikasi dan persebarannya di seluruh Indonesia) tentang transliterasi dari marga Tionghoa resmi (Liem, Tio, Kwik, dll) menjadi ejaan Indonesia (Liem menjadi Salim, Halim, Limawan, dll).


D.Akulturasi
Akuturasi adalah proses sosial yang timbul apabila terjadi pencampuran dua kebudayaan atau lebih yang saling bertemu dan saling memengaruhi tanpa menghilangkan kebudayaan lama.Dalam akulturasi,sebagian menyerap secara selektif,sebagian berusaha menolak pengaruh.
Contoh: Akulturasi dalam adat Pernikahan masyarakat Pujakusuma di Medan, ada perpaduan kebudayaan yakni jawa dengan melayu, hal ini bisa dilihat dengan prosesi acaranya. Masyarakat jawa di medan dalam upacara pernikahan menggunakan upacara “Tepung Tawar” yang merupakan kebudayaan melayu, selain Tepung Tawar masyarakat jawa tersebut menggunakan “Bale-Bale” yang kebudayaan tersebut tidak ada pada akar kebudayaan masyarakat jawa yakni masyarakat jawa asli di Pulau Jawa, meskipun mengadopsi upacara dari kebudayaan melayu masyarakat jawa tidak menghilangkan kebudayaan mereka sendiri yakni dalam prosesi acara pernikahan masih menggunakan upacara Siraman, Pecah Telur dan lainnya.



 Proses Sosial DISOSIATIF
Proses sosial disosiatif bertolak belakang dengan proses sosial asosiatif. Proses sosial disosiatif menekankan pada persaingan atau perlawanan.
Proses ini disebut juga proses yang bersifat oposisi, yaitu suatu cara berjuang melawan seseorang atau kelompok untuk suatu tujuan tertentu.
Bentuk-bentuk Proses Sosial Disosiatif:
a. PERSAINGAN (kompetisi) → suatu proses sosial yang terjadi di masyarakat di mana individu-individu atau kelompok saling bersaing untuk berlomba atau berkompetisi mencari keuntungan melalui bidang-bidang tertentu dengan menggunakan cara-cara yang terbuka dan adil.
Persaingan dapat terjadi dalam sebuah lomba/kompetisi, pemilu, dll.


Menurut berntuknya, persaingan dapat terjadi di berbagai bidang kehidupan, antara lain:
1) persaingan ekonomi
2) persaingan kebudayaan → (budaya, pendidikan, pergaulan, kesenian, adat istiadat, dll)
3) persaingan kedudukan dan peran → terjadi di antara orang dewasa untuk meraih kedudukan/peran dalam masyarakat dan Negara.
Contoh:  atasan dan bawahan dalam siklus pergantian masa jabatan.
Komentar:menurut pendapat saya ,hal ini dapat menimbulkan motivasi diri untuk memajukan diri agar dirinya dapat apa yang dia inginkan.
 b.PERTENTANGAN/KONFLIK
Persaingan yang makin ketat dalam kehidupan masyarakat menyebabkan munculnya pertentangan atau konflik,baik yang berlangsung antarindividu maupuan anarkelompok sosial.Pertentangan terjadi karena adanya perbedaan-perbedaan pada sipat pribadi antara lain:
1.    Perbedaan antarindividu
2.    Perbedaan antarkebudayaan
3.    Perbedaan antarkepentingan
4.    Terjadinya perubahan sosial
Contoh: konflik sosial kasus tegal dan cilacap
Komentar:sebaiknya warga tegal dan cilacap tidak perlu melakukan hal tersebut karena itu dapat merugikan semua pihak yang terlibat.

c.KONTRAVENSI
Kontravensi merupakan bentuk proses sosial yang berada diantara persaingan dan pertentangan. Kontravensi menunjukkan suatu sikap yang mengarah kepada ketidak senangan.
1.    Kontravensi intensif,misalnya penghasutan,desas-desus,dan mengecewakan pihak lain.
2.    Kontravensi rahasia, misalnya berkhianat,membuka rahasia orang lain di muka umum.
3.    Kontravensi taktis,misalnya intimidasi,provokasi,membingungkan lawan,dan sebagainya.
4.    Kontravensi umum,misalnya mengacau pihak lawan,berbuat kekerasan,dan sebagainya.
5.    Kontravensi sederhana,misalnya mencaci maki,memfitnah,dan sebagainya.

Adapun tipe-tipe kontravensi,antara lain sebagai berikutnya.
1.    Kontravensi jenis kelamin,misalnya perbedaan pendapat antara kaum pria dan kaum laki-laki
2.    Kontravensi parlementer ,misalnya masalh kelompok mayoritas dengan minoritas.
3.    Kontravensi generasi masyarakat, misalnya perbedaan antara golongan tua dan golongan muda.
Contoh: keributan yang terjadi antara persaingan

Komentar:sebaiknya para pesaing tidak perlu mengeluarkan emosi kepada pesaing yang lain,sehingga keributan tidak akan terjadi.